Ramadan Yang Dirindukan
Ramadan,
Adalah bulan kesembilan dalam kalender islam yang penuh dengan hikmah dan keberkahan. Kedatangannya sangat dinantikan oleh segenap manusia berhati surga, begitu pun semesta yang sama selalu menanti kehadiran bulan itu dengan penuh pengharapan. Pada bulan itu masjid seperti hidup yang terdapat ruh di dalamnya karena di isi dengan lantunan ayat suci Al-qur'an yang berisikan surat-surat cinta dari Sang Pencipta untuk seluruh makhluk-Nya yang fana dan itu seakan menyapa kepada semesta, lalu semesta membalas sapaan itu dengan senyuman berupa hari-hari yang cerah.
Malam hari pada bulan itu langit menggelap layaknya seperti malam-malam di bulan yang lain. Namun, yang membuat beda adalah suasana kehangatannya, pada malam itu masjid dipenuhi para jemaah yang sedang melaksanakan salat tarawih. Lalu, dari masjid menuju masjid yang lainnya saling saut menyaut dengan suara indah lantunan ayat suci Al-qur'an yang tentunya di lantunkan oleh hamba Allah berhati surga itu. Tapi, rembulan bulan tidak membiarkan malam itu gelap begitu saja, dia hadir dengan pantulan sinar matahari ibaratkan lampu yang menerangi suatu ruang gelap di daratan muka bumi ini.
Ramadan mengajarkan kita arti kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan kehidupan dengan menahan diri dari makan dan minum serta hawa nafsu. Pada bulan ini setiap waktu salat sangatlah di tunggu-tunggu, ibarat sedang merindu dan selalu mempertanyakan orang yang sedang dicintai. Tiadalah hari-hari yang kosong dan dilalui begitu saja tanpa membaca Al-qur'an. Sungguh mempesona sekali melihat masjid selalu ramai dalam hitungan 5 waktu sehari. Melihat para pemuda, bapak-bapak, dan ibu-ibu saling melontarkan senyuman ketika berada di masjid itu sembari memegang Al-qur'an.
Waktu sahur, nampak begitu indah, setiap insan bangun dari tidur pada waktu ini, mempersiapkan makanan sebagai santapan sahur bersama dengan keluarganya. Orang tua saling bersahutan membangunkan anaknya untuk makan sahur bersama. Dengan menu makanan yang setiap harinya berganti dan terkadang menu yang masih sama dengan hari yang kemarin. Tapi tidak jadi masalah bukan? Krena saat-saat indahnya itu adalah berkumpul bersama dengan keluarga, apapun makanan itu, bila tercipta dari tangan seorang ibu dan nyantap bersama keluarga, sungguh pasti akan terasa sangat nikmat.
Beranjak menuju waktu berbuka, waktu ini adalah waktu yang sangat dinantikan sekali dari waktu-waktu yang lainnya. Di Indonesia ada tradisi yang dinamakan "takjil", makanan yang disediakan menjelang buka dari mulai berbayar yaitu disediakan oleh para pedagang di tempat-tempat tertentu atau tidak berbayar yang biasanya di sediakan di setiap masjid. Sore menjelang waktu berbuka, di jalanan terlihat sangat ramai sekali, para keluarga keluar rumah mencari takjil untuk berbuka puasa sembari menunggu waktu berbuka, nah ini dinamakan dengan tradisi "ngabuburit". Seperti inilah sedikit gambaran tentang bulan ramadan yang banyak dirindukan.
Di penghujung tulisan ini, mari kita bersama selalu memperbaiki diri dan membersihkan hati dari noda kemaksiatan demi menyambut tamu agung nan suci yaitu bulan ramadan.
Selamat menanti dan merindu!
RAMADAN HADIR MEMBAWA KEBERKAHAN UNTUK SEMESTA
MENAMBAH kerinduan Ramadhan,. "dari masjid menuju masjid yang lainnya saling saut menyaut"
ReplyDelete