Suatu Saat

Kala itu,
Suatu pagi di sebuah kota nampak begitu sangat indah, bagaimana tidak?
Ketika seorang terbangun dari tidurnya lalu membuka gorden kamarnya
nampak begitu cerah anggun cahaya matahari dipagi hari dan ia beranjak
keluar kamar tuk membuka pintu akses menuju luar rumah, karena ingin
menambah keindahan pagi hari itu dengan menghirup udara segar dan saling
sapa kepada setiap tetangga sekitar dengan senyuman kebahagiaan. Pagi
hari yang nan indah itu, terlihat sekitar lingkungan rumah melihat
ibu-ibu berdatangan ke seorang penjual sayur yang sedang membawa
dagangannya tuk dijual, mereka membeli dengan canda, tawa, dan
obrolan-obrolan sesuatu yang membuat keindahan pagi itu bertambah indah
dan terasa hangat. Mereka berkumpul, membeli, tertawa saling bercakap
tanpa adanya suatu rasa khawatir dan takut.
Beranjak menuju siang hari, matahari semakin naik dan semakin terasa
panas, sayup-sayup angin di sebuah kota ataupun perkampungan yang
menggoyangkan batang kecil pepohonan sehingga terdengar suara-suara
batang pohon bergoyang dan jatuhnya dedaunan yang kering. Melihat
sekeliling halaman rumah dan jalanan pada siang hari itu, ramai oleh
orang yang berlalu-lalang, ramai dengan kendaraan roda dua dan roda
empat. kafe-kafe begitu bising dengan keramaian para konsumen yang
sedang meminum secangkir air es dan menikmati bersama teman-temannya
disiang hari yang panas itu. Nampak indah bukan? Ya, tentu saja indah!
Tawa kebahagiaan mereka begitu terpancar ketika saling berkumpul dalam
sebuah tempat tanpa adanya rasa khawatir satu sama lain. Begitu pun
dengan sore dan malam hari, yang selalu terlihat indah dan terasa hangat
dengan keramaian orang yang saling bersenda gurau.
Namun, saat ini, momentum itu seakan pergi disebabkan oleh adanya suatu wabah yang menyerang di belahan dunia termasuk Indonesia, wabah itu
datang tanpa diundang, bersemayam dalam tubuh seseorang tanpa permisi
dan berpindah tempat tanpa pamit dengan begitu cepat dan meninggalkan
jejak. disaat itulah momentum kehangatan dan indahnya hari seakan sirna
ditelan oleh waktu oleh wabah itu yang bernama Virus Corona.
Untuk saat ini, tinggalah rindu yang terdapat dalam hati setiap insan
tuk bisa menghirup udara bebas, berkumpul, senda gurau bersama dengan
keluarga dan teman-teman kembali.
Sepenggal harapan dari setiap insan yang ada, hanyalah ingin kembali bertatap muka dengan tidak adanya kekhawatiran, ngopi bersama, duduk bersama, makan bersama dengan diselingi obrolan asik dan obrolan masa depan.
Semoga Wabah Virus Corona ini cepat berlalu dan lenyap dari
kehidupan di belahan dunia ini, agar kita dapat kembali bisa menikmati
indah dan hangatnya hari-hari dengan senyum dan tawa, bisa menikmati
alam dunia ini dengan begitu bebas karena sejatinya ciptaan Tuhan tak
ada yang tak sempurna.
Suatu saat, bila virus ini sudah lenyap, jaga bumi baik-baik
ya, jaga lingkungan sekitar, selalu menjaga kebersihan dan satu lagi
yang terpenting jangan sia-siakan waktu bersama dengan keluarga, saudara
dan para sahabat. Jangan nunggu dipisahkan dulu lalu tersadar betapa
indahnya kebersamaan dan hangatnya senyuman setiap kita. Jangan lupa tuk
selalu syukuri apa yang ada dalam kehidupan kita semua dan menjaga
setiap amanah yang sedang kita pegang atau kita jalani yang Tuhan beri
untuk kita semua.
Kerennn ๐๐
ReplyDeleteAamiin yaa Allah
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteManteupp
ReplyDeleteAamiin ya rabbal alaamiin..
ReplyDeleteAamiin...kerren Mas Bagas๐๐๐
ReplyDeleteAamiin Ya Allah..
ReplyDeleteMantap mantaplah๐
Aamiin ya Allah, terimakasih semuanya! do'akan agar saya istiqomah menyajikan berbagai macam postingan mengenai keilmuan maupun cerita-cerita pengalaman kehidupan pribadi..
ReplyDeletePokoknya ditunggu postingan berikutnya:)
DeleteinsyaAllah ya hehe
DeleteMantip pisun akangku!
ReplyDeleteKeren Bagas. Masyaa Allah. Jadi ngebayangin indahnya pagi yang sejuk, ramah dan menyenangkan. Dan kangen kumpul sama teman-teman. Semangat terus ya Bagas
ReplyDelete